Sejarah Desa

09 Mei 2022
Administrator
Dibaca 155 Kali
Sejarah Desa

GAMBARAN UMUM KONDISI KAMPUNG

KAMPUNG BULU SARI

 

  1. SEJARAH KAMPUNG

Awal mulanya, Kampung Bulu Sari merupakan sebuah wilayah yang masih sangat jarang penduduknya. Tetapi karena letaknya yang strategis, terletak di jalur jalan lintas maka banyak orang yang mulai datang dan membeli lahan di Bulu Sari dan mendirikan rumah. Semakin hari semakin ramai, sehingga dengan sendirinya terbentuklah sebuah kampung yang definitif dan di akui pemerintah.

Kampung Bulu Sari Merupakan Salah Satu Kampung yang ada dilingkup Kecamatan Bumiratu Nuban Kabupaten Lampung Tengah dan Kantor Camat Bumiratu Nuban terletak di Kampung Bulu Sari. Dengan seiring perkembangan Kampung Bulu Sari telah mengadakan pemekaran wilayah,yaitu Kampung Tulung Kakan pada tahun 2007.

  1. SEJARAH PEMERINTAHAN KAMPUNG

Sejarah pemerintahan Kampung dalam hal ini nama nama kepala Kampung yang pernah memimpin wilayah Kampung Bulu Sari Kecamatan Bumiratu Nuban  Kabupaten Lampung Tengah disajikan dalam tabel berikut ini.

No

Periode

Nama Kepala Desa

Keterangan

1.

1956 - 1966

Ismangun

 Kepala Kampung

2.

1966 - 1974

Ahmad Husen

Kepala Kampung

3.

1974 - 1982

Wakijan

Kepala Kampung

4.

1982 - 1990

Wakijan

Kepala Kampung

5.

1990 - 1998

Sudirman Alfian

Kepala Kampung

6.

1998 - 2006

Sudirman Alfian

Kepala Kampung

7

2007 - 2012

Abdul Sani

Kepala Kampung

8

2012 - 2016

Abdul Sani

Kepala Kampung

9

2016 - 2018

Rebo

Kepala Kampung

10

2018 - 2019

Suwito

PJ Kepala Kampung

11

2019 - Sekarang

Sutomo

Kepala Kampung

 

  1. KONDISI GEOGRAFIS

Kampung Bulu Sari merupakan salah satu desa di bawah naungan Kecamatan Bumiratu Nuban Kabupaten Lampung Tengah. Luas wilayah Kampung Bulu Sari sekitar 691 Ha, dan memiliki suhu rata rata 270 C.

Jarak Kampung Bulu Sari  Purwodadi Simpang dengan ibukota kecamatan 0 Km, dan dengan ibukota Kabupaten 10 Km. Batas Batas wilayah Kampung Bulu Sari  Kecamatan Bumiratu Nuban yaitu :

 

  • Sebelah Utara : Kampung Terbanggi Subing Kecamatan Gunung Sugih
  • Sebelah Timur : Kampung Sidowas dan Kampung Tulung Kakan                                                       Kecamatan Bumiratu Nuban
  • Sebelah Selatan : Kampung Bumiratu Kecamatan Bumiratu Nuban
  • Sebelah Barat             : Kampung Wonosari  Kecamatan Gunung Sugih

Jumlah penduduk Kampung Bulu Sari sekitar 2969 jiwa, terdiri dari laki laki sebanyak 1493 jiwa dan perempuan sebanyak 1476 jiwa, yang tersebar dalam 904 Kepala Keluarga.

  1. SOSIAL BUDAYA

“Lain lubuk lain ikannya”, maksudnya adalah lain daerah lain pula kondisi sosial budayanya. Demikian pula halnya yang terjadi di Kampung Bulu Sari, dimana dari jumlah penduduk sekitar 2969 jiwa terbagi ke dalam golongan umur, tingkat pendidikan, mata pencaharian/pekerjaan, suku/ras maupun agama yang berbeda beda. Kondisi sosial budaya yang berbeda beda ini dapat dilihat dalam tabel berikut ini.

  1.  

Penduduk yang ada dikampung Bulu Sari Kecamatan Bumiratu Nuban tersebar pada 6 wilayah Dusun sebagaimana tabel dibawah ini

A.   Data Jumlah Penduduk Tahun 2019

 

Dusun IA

Dusun IB

Dusun II

Dusun III

DUSUN IV

DUSUN V

JUMLAH

374

304

553

752

301

685

 

Total Jumlah Penduduk

 

 

B.    Data Jumlah Penduduk Tahun 2020

 

Dusun IA

Dusun IB

Dusun II

Dusun III

DUSUN IV

DUSUN V

JUMLAH

374

304

553

752

301

685

 

Total Jumlah Penduduk

 

 

  1. Tingkat Pendidikan

Kesadaran tentang pentingnya pendidikan yang ada di masyarakat Kampung Bulu Sari cukup beragam, hal ini terlihat dengan adanya penduduk yang tidak sekolah, penduduk yang tidak menamatkan pendidikan SD (Sekolah Dasar) serta ada juga yang sampai dengan yang menyandang gelar sarjana, sebagaimana tabel dibawah ini

 

Pra Sekolah

SD

SMP

SLTA

Sarjana

75

712

143

121

56

 

  1. Mata Pencaharian

Mayoritas mata pencaharian penduduk di Kampung Bulu Sari adalah Petani, selain petani terdapat juga penduduk yang pencahariannya sebagai buruh tani dan buruh bangunan

Petani

Pedagang

PNS

Buruh

1967

66

29

758

 

  1. Agama

Penduduk Kampung Bulu Sari mayoritas beragama Islam (Muslim). Dan hanya beberapa saja yang beragama non Islam, yaitu pemeluk agama Kristen.

  1. PRASARANA DAN SARANA DESA

Prasarana dan sarana merupakan sesuatu yang sangat penting dalam menunjang kemajuan suatu kampung, baik itu sarana umum, sarana kesehatan maupun sarana pendidikan. Mengapa demikian? Hal ini disebabkan prasarana dan sarana tersebut yang akan memberikan dampak terhadap perekonomian yang berarti kesejahteraan masyarakatnya, serta kesehatan dan pendidikan yang bermutu yang berarti akan meningkatkan kualitas sumber daya manusianya. Adapun prasarana dan sarana yang telah ada di Kampung Bulu Sari dapat dilihat dalam tabel berikut ini.

No

Jenis Prasarana dan Sarana Pekon

Jumlah

Keterangan

1

Balai Desa

1

 

2

Gedung Pendidikan

    1. SMU/sederajat
    2. SMK
    3. SLTP/sederajat
    4. SD/sederajat
    5. TK/sederajat

 

 

 

 

 

1

3

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Negeri

PKK/Swasta

3

Jalan Desa

14

 

4

Pemakaman

1

 

5

Lapangan Olah Raga

4

 Bola Vooly

6

PSAB (Prasarana Air Bersih)

820

Sumur gali

7

Masjid

5

 

8

Musholla

13

 

9

Pasar Desa

-

 

10

Puskesmas

1

Puskes Pembantu

11

Panti PKK

-

 

12

Poskamling

14

 

13

Jembatan

4

 

14

Pembangkit Listrik/Penerangan

1

 PLN

 

Dari tabel tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa :

  • Sarana Pendidikan yang ada di Kampung Bulu Sari yang ada saat ini baru berupa 1 unit gedung SD, 3 unit gedung TK. Untuk melanjudkan sekolah yang lebih tinggi masyarakat harus keluar kampung bahkan keluar dari wilayah kecamatan Bumiratu Nuban.
  • Sarana Kesehatan yang ada di Kampung Bulu Sari cukup memadahi, hal ini terlihat dari sarana kesehatan yang sudah ada yaitu Puskesmas Pembantu maupun Posyandu.
  • Untuk sarana pemerintahan yaitu Balai Kampung, Kampung Bulu Sari telah lama memilikinya namun bangunan tersebut dalam kondisi rusak perlu adanya rehabilitasi guna meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat.
  1. PEMERINTAHAN UMUM

Pelayanan terhadap masyarakat merupakan faktor yang perlu diperhatikan dalam meningkatkan daya dukung masyarakat itu sendiri terhadap kemajuan suatu desa. Hal ini bisa melalui pelayanan berbagai sektor, misalnya pelayanan dalam hal mengurus surat surat dokumen kependudukan, pelayanan dalam hal perijinan suatu kegiatan, maupun terhadap ketertiban dan ketentraman masyarakat itu sendiri. Pelayanan terhadap masyarakat termasuk ke dalam pemerintahan umum. Adapun pemerintahan umum yang ada di Kampung  Bulu Sari dapat dilihat dalam tabel berikut ini.

No

Uraian

Keberadaan

Keterangan

Ada

Tidak

1

Pelayanan kependudukan

ü

 

 

2

Pemakaman

ü

 

 

3

Perijinan

ü

 

 

4

Pasar tradisional

 

ü

 

5

Ketentraman dan Ketertiban

ü

 

 

 

Dari tabel tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa :

  • Pelayanan kependudukan di Kampung Bulu Sari dilaksanakan setiap waktu, pelayanan dilaksanakan di balai kampung. Sehingga masyarakat mendapatkan pelayanan kependudukan dengan maksimal.
  • Apabila ada masyarakat yang meninggal dunia, prosesi pemakaman dilakukan secara gotong royong dan prosesi pemakaman dipimpin oleh ulama setempat.
  • Pelayanan perizinan diberlakukan pada saat ada masyarakat yang akan melaksanakan hajat dan akan menghadirkan massa dalam jumlah banyak. Perizinan yang diberlakukan secara tertulis kepada aparat kampung yang diteruskan kepada pihak yang berwenang. Hal ini dilakukan untuk menghindari tindakan kriminal yang tidak diinginkan.
  • Petugas keamanan dan ketertiban (LINMAS) yang ada di Kampung Bulu Sari berjumlah 31 orang, yang bertugas pada saat tertentu saja. Misalkan pada saat ada kunjungan pejabat, ataupun pada saat dilaksanakannnya pemilihan umum.

 

VISI DAN MISI

KAMPUNG BULU SARI

 

VISI

MISI

:

:

Terwujudnya Bulu Sari Maju, Aman,dan Bermatabat.

1.    Meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pembinaan pada lembaga lembaga dan kelompok kelompok kemasyarakatan

2.    Meningkatkan pembangunan yang partisipatif, berkesinambungan sesuai dengan sekali prioritas

3.    Pengelolaan tata pemerintahan yang bersih,terpercaya dan informatif

4.    Meningkatkan persatuan dan kegotoroyongan masyarakat dalam menjaga keamanan ,ketertiban dan kebersihan lingkungan

5.    Meningkatkan peran serta warga dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat.

TUJUAN

:

1.    Terciptanya Kualitas Sumber Daya Manusia Pada Lembaga Kampung Yang Lebih Baik Dan Mandiri.

2.    Terciptanya Pembangunan Kmpung Yang Berkualitas Berasaskan Kegotong Royongan Dan Kebutuhan Dasar Masyarakat

3.    Kepercayaan Masyarakat Kepada Pemerintahan Kampung

4.    Menciptakan Kesadaran Masyarakat Tentang Keamanan Dan Kebersihan Lingkungan

5.    Meningkatkan Pendapatan Masyarakat